yen’s Sōzō

Featured

Sesuai dengan namanya ” a Sōzō of mine “, maka… blog ini isinya adalah Sōzō-nya aku. Sōzō apaan sih??

Hayo… tebak! Hehehe….

Ehm…  Sōzō tu bahasa Jepang yang artinya imagination or creation.

Jadi… hampir bisa dipastikan bahwa semua yang  ada dan bakal ada di sini adalah imajinasi-ku aja. Ga ada yang 100% beneran. So, jangan percaya ya! #eh

Karena buat aku, fiksi adalah fiksi, nggak kurang, nggak lebih.

 

[Movie] Lost and Love

Dan… akhirnya aku jadi nonton film-film China lagi. Ini semua salah Jing Bo Ran. Iya, salahkan Jing Boran, hehehe…

lost-and-love-2

Kali ini aku nonton Lost and Love. Dari judulnya, kesannya romance banget gitu ya… Tapi bukan, aku bukan penggemar film drama-romantis. Jadi, film ini sebenarnya bukan tentang percintaan. Lebih tepatnya bukan cinta cowok-cewek, melainkan cinta cowok-cowok. Upsss… Continue reading

[Movie] Time Raiders

This should be a story about me and him. Whether he should tell the story about me, or me about him.When did it all start? How did it end?

timeraiders1

Awalnya nonton ini karena iseng-iseng penasaran. Yah, apalagi kalau bukan Luhan. Adegan awal kurang sreg, klo bahasa jawanya “wagu”. Bukan karena Luhan didandanin tua, tapi cara dia nyuruh mbuka korden itu… kirain ada apaan, gitu doang toh?

Tapi makin lama makin kerasa asyiknya. Bukan, bukan Luhannya yang bikin asyik, tapi filmnya secara keseluruhan. Aku bukan pengamat film yang ngerti segala apalah soal sinematografi, jadi aku nggak akan ngebahas apa yang aku nggak paham. Continue reading

Long Time No See

Masih adakah yang berkunjung ke blog ini?

Aku aja udah lupa kapan terakhir kali mampir ke sini, apa yang aku tulis waktu itu?

Banyak hal terjadi, baik di dunia nyata, setengah nyata maupun maya.

Di dunia nyata, aku berkutat dengan analisis, tulis menulis buku ratusan halaman yang isinya sama sekali nggak menarik. Kalo kata temen sekantor, “mana ada kerjaan yang enak, kan kita dikasih duit buat ngerjain kerjaan yang nyebelin.”

Okelah. Terima saja.

Di dunia setengah nyata, EXO-M udah bubar, ada NCT lengkap dengan Taeyong-nya yang mirip Kris. Mirip strategi jualannya, eh maksudnya cara promosinya, eh, media play-nya, eh co-creationnya, terserahlah apa istilahnya.

Di dunia maya, aku udah bener-bener kehilangan minat untuk nulis fiksi. Aduh bagaimanalah ini. Bukannya Sozotopia ini aku buat sebagai dunia “mimpi”? Trus klo aku udah males buat bermimpi, gimana? Kita liat aja nanti.

Ppyong!!

Belanda Negeri Angin: Saat Kincir Beralih Jadi Cincin

Tags

,

Penulis : Yenni

Tema : Air

***

“Jika Kerajaan Inggris bisa mencapai kejayaannya hari ini karena menjajah setengah bagian dari dunia, berapa buah dunia yang dibutuhkan India untuk menyamai kejayaan Inggris?”
~Mahatma Gandhi~

Hal pertama yang terpikir olehku saat membaca perkataan Mahatma Gandhi di atas adalah, “Jadi berapa dunia yang harus Indonesia jajah agar dapat menyamai kejayaan Belanda?” Continue reading

12 Gelas Kaca

“Alkisah pada jaman dahulu kala”.

glassware1

Rasanya cerita ini tidak pantas dimulai dengan kalimat pembuka sedahsyat itu. Berhubung cerita ini hanyalah tentang 12 gelas kaca, jadi mari kita mulai dengan cara yang lebih sederhana.

Aku adalah sebuah gelas kaca biasa. Jenis gelas yang dapat kalian temui di warung tegal pengkolan belok kanan. Continue reading

Hello, Goodbye, Welcome Back!

Hidup emang gitu ‘kan, ya? Ketemu, pisah, eh… ketemu lagi, hehehe…

Yen ini ngomongin apa sih? Nggak jelas!

Upss… ‘kan emang udah ciri khas seorang Yen buat memulai suatu tulisan dengan sesuatu yang nggak jelas.

OK. Ini postingan tentu saja berkaitan dengan Kris alias Wu Yi Fan alias Kevin Li alias Li Jia Heng. Terserah mana yang dirinya yang sebenarnya, itu urusan dia dan Tuhannya.

Lho? Continue reading

AGIT NIGHT

Sesosok gadis nampak berjalan perlahan melalui lorong sempit di sela-sela tembok yang menjulang tinggi. Sesekali siluet ramping itu menoleh ke belakang. Sungguh, dia malas benar melewati lorong itu. Tapi bagaimana lagi, itu adalah jalan pintas tercepat dari kampus menuju ke tempat kost-nya. Sembari menunduk, gadis itu merutuk pelan. Seharusnya ia menolak ajakan teman-temannya untuk berkaraoke ria sepulang kuliah tadi. Atau paling tidak, menolak ajakan mereka untuk makan malam setelahnya. Lihat saja akibatnya, sekarang sudah nyaris tengah malam dan ia masih harus berada di lorong sepi ini sendirian. Oh, atau akan lebih baik lagi kalau ia semenjak awal menolak berteman dengan para “gentlemen” yang sekarang membiarkannya berjalan seorang diri itu. Continue reading

[DRAF] STRÁŽE 10

10 – DRAF

“Lo tahu persis batas kemampuan fisik lo, Cla! Gue nggak ngelarang lo buat… ngelakuin apalah yang lo suka! Tapi lo harus sayang sama diri lo sendiri! Dan… lo sadar nggak sih, gimana perasaan Mama, Papa dan gue setiap kali ngeliat lo kolaps? Lo… gue… hassh!”

Kei mendengus kesal untuk kesekian kalinya. Pemuda itu menatap adiknya dengan pandangan geram.

“Gue cuma mimisan, Kei! Itupun dikit, nggak sebanyak biasanya. Nggak usah lebay!” seru Claudia, membalas tatapan kakaknya dengan sorot yang persis sama, galak berapi-api. Continue reading

[Movie] HOME

Taruhan, kalian blum pernah denger tentang film yang satu ini, ‘kan? Bukan tema menarik dan pop seperti romance, fantacy atau sebangsanya. Film ini merupakan film dokumenter tentang lingkungan. Kalian bisa menontonnya lewat official youtube channel di :

Upsss… tapi sorry klo ternyata diantara kalian udah ada yang pernah nonton. Berarti aku aja yang ga gaul dan baru kenal film ini karena kewajiban tugas kuliah. Well, langsung aja. Ini bukan pertama kalinya aku sok menulis “review” sebuah film. Tapi ini pertama kalinya aku nulis review dalam bentuk paper formal. Jadi, jangan kaget. Tapi yang udah kenal gaya penulisan dan gaya bahasaku, pasti bisa ngerasain kesamaan gaya-ku baik saat nulis review jadi-jadian ataupun paper review. Jadi… inilah dia, paper review tentang film HOME :

***

REVIEW PAPER

HOME : WHAT ARE WE WAITING FOR? IT’S TOO LATE TO BE A PESSIMIST!

 

Continue reading

Beautiful Stranger

Venus menghela napas dalam, sejenak menatap kursor yang berkedip tenang di layar laptopnya. Seolah memantapkan hati, gadis itu menyeringai lebar sebelum jemarinya menari lincah di atas keyboard.

 

Beautiful Stranger

Ok. Jadi harus mulai dari mana? Hehehe….

Ah, terserah aku aja dong. Jurnal pribadi, ditulis sendiri, dibaca sendiri (kalopun ada yang ikut baca, bolehlah). Ngapain ribet banget?

So, setelah sekian lama nggak naik kereta (gara-gara kantor sialan yang selalu ngasih tiket pesawat, plus omelan , “Kereta itu lama di perjalanan, Venus. Nggak efisien waktu. Kamu harus ngejar jadwal meeting dan segera kembali ke kantor, SECEPATNYA!”), well mentang-mentang mereka yang mbayarin.

Ok, ngelantur. Namanya juga Venus. Maklum aja lah.

Jadi… ini Beautiful Stranger keberapa? Continue reading