Venus : Vesper and Lucifer

Chapter 1- Metal Star

Author: yen

Main Cast : Kinsei, Jinki, Jiyong

Support Cast: SHINee

Length : Sequel

Rating : General

Genre : Friendship, Family

Kinsei POV

“ Sudah 8 tahun kamu tidak pulang ke Seoul, Kin ! ” suara Haraboeji mulai terdengar kesal. Padahal aku hanya menyelesaikan high school dan gelar bachelor degree saja, bahkan 7 tahun pun tidak sampai. Kadang-kadang, Haraboeji memang suka berlebihan.

“ Kau harus pulang dan membantu haraboeji disini. Kau cucu harabeoji kan? Jadi PULANG! ” kali ini harabeoji benar-benar berlebihan.

“ Harabeoji, aku kan selalu pulang setiap liburan. Lagipula saat ini aku harus mempersiapkan program masterku di Freiburg. Aku…”

“ PULANG! Kau harus menurut pada harabeoji, jangan pilih kasih dan hanya menuruti apa kata ojii-sama saja. Apa kau tidak sayang pada harabeoji? PULANG! Soal Freiburg–mu kita bicarakan kalau tugas yang harabeoji berikan padamu sudah selesai” belum sempat aku menjelaskan alasanku, harabeoji sudah memotongnya. Kalau sudah begini, rasanya aku tau dari siapa sifat keras kepalaku menurun. Siapa lagi kalau bukan dari harabeoji-ku tersayang, hehhhh….

“Baiklah, Kin pulang. Tapi… ”

Tuuuutttt…

Ahh…harabeoji, kebiasaan deh, ga mau denger alasan orang, main tutup telpon begitu saja. Padahal selama aku di Jepang ini, aku juga sudah berusaha membantunya dengan ikut mengurus beberapa cabang perusahaannya di sini, disamping kesibukan kuliah dan aktivitasku di teater ojii-sama. Harabeoji kalau sudah ada maunya, suka memaksa.

Yah, gini deh, gara-gara harabeoji. Sekarang aku harus pontang-panting membuat skenario drama musical sesuai yang dia inginkan. Untung aku sudah terbiasa dengan dunia teater dan seni pertunjukan, akhirnya dalam waktu 3 hari sebuah skenario sudah siap di tangan. Bukan hal sulit membuat skenario, yang merepotkan justru mempelajari latar belakang dan karakter para calon pemainnya nanti. Harabeoji cuma memberi info bahwa drama ini dipentaskan dalam rangka ulang tahun perusahaan harabeoji dan pemerannya nanti adalah anggota sebuah perusahaan manajemen artis di Korea, yang kebetulan sekali pemiliknya adalah kenalan harabeoji. Yap, cuma itu saja, jadi aku harus observasi dan mencari sendiri info tentang mereka, kira-kira cerita seperti apa yang cocok para anggota boyband dan girlband ini. Payahnya lagi, aku tidak kenal mereka sama sekali, selama ini boyband asal negara appa-ku yang ku kenal ya hanya BIG BANG.

Baiklah Kinsei…Ganbatte!

 ***

“Annyeong-haseyo. Mannaseo ban-gapsseumnida. Jeoneun Kinsei-rago haeyo.” untung saja aku masih fasih mengunakan bahasa appa-ku. Mereka tersenyum dan balas membungkuk padaku.

“Annyeong. Ah, ini dia penulis skenario kita. Kinsei.” Lee Han-ssi, sutradara drama musical yang tadi menjemputku di bandara langsung memperkenalkanku pada mereka.

“Kenalkan, aku Ahn Hyuk-mo, acting coach ”

“Kim Hyung-Soo, vocal coach ”

Aduh…aku bingung mengingat nama mereka semua, kelemahanku memang sulit mengingat nama orang dan gampang melupakan orang, hehehe…

“Mohon bantuannya, Ahn Hyuk Mo- ssi, Kim Hyung Soo-ssi ” aku membungkung 90° pada mereka.

“Panggil oppa saja Kin, memangnya aku setua itu ya? ” Eihhh…OPPA? Apa tidak salah dengar? Memang sih Hyung Soo-ssi belum tua, tapi…rasanya tetap aneh.

“Sudahlah, terserah kau saja ” Sepertinya Hyung Soo-ssi menyadari perubahan ekspresi wajahku.

“ Baiklah, Kin. Kami sudah memutuskan pemeran drama ini. Nanti kau akan ku kenalkan pada mereka. Tapi ada sedikit masalah, kami berbeda pendapat dalam menentukan pemeran utama dan si tokoh badguy, jadi kau saja yang menentukan antara Onew atau Jonghyun” Lee Han-ssi langsung mulai membicarakan pekerjaan.

“Pemeran utama yang mana Ajussi? Si Kakak atau si Adik?” tanyaku menegaskan.

“ Kakaknya, peran chaebol itu” sahut Lee Han-ssi.

“ Sebaiknya kau casting saja mereka. Nanti kau juga tau alasan kenapa kami tidak bisa menentukannya” Hyung Soo-ssi menambahkan.

Yah, bagaimana lagi…

***

“Baiklah, Tolong kalian dengarkan lagu ini. Ini salah satu solo yang akan dinyanyikan oleh The Badguy dalam drama nanti ”  ucapku sambil menyerahkan partitur lagunya. Sepertinya kedua namja ini hanya sedikit lebih tua dari ku. Dari observasiku sebelumnya, aku tau kalau mereka adalah member SHINee.

“Kinsei noona… ” tiba-tiba Jonghyun memanggilku. Aku hanya menatapnya.

“Apa ini lagumu? Eh, maksudku, apa ini lagu buatanmu? ”

“Iya. Ada masalah?” Kenapa pula dia peduli dengan hal itu

“Tidak. Tidak apa-apa”

Apa maksudnya tidak? Aku terus menatapnya, sampai dia terlihat sedikit jengah dan buru-buru kembali sibuk dengan partiturnya. Hmmm… menarik, tapi aku ingin tau lebih jauh lagi seberapa dalam meraka bisa memahami kedua karakter yang berbeda itu.

“Cukup. Sekarang bagaimana pendapat kalian, bagaimana perasaan The Badguy  saat menyanyikan lagu tadi? ”

“Ehmmm, yah, antara marah, frustasi, kesal, tapi… Aduh apa ya? Mungkin semacam perasaan bingung yang rumit. Confuse, complicated” jawab Jonghyun sambil mengucak rambutnya sendiri.

“Menurutku dia hanya sedang bingung saja”  timpal namja yang setauku bernama Onew. Ku dengar nama aslinya adalah Jinki, entah kenapa orang-orang memanggilnya Onew.

“Mwo?” Onew dan Jonghyun menatapku tidak mengerti. Aku hanya mencengir malas, tersadar, aku sedang berbicara dengan orang korea.

“Bisa kalian coba nyanyikan lagu tadi?” Keduanya saling berpandangan mendengar pertanyaanku.

“Ok. Let’s try ” Jawab keduanya bersamaan.

I just can’t hold it anymore

It’s make me so tired,

Aku hanya sedang tidak ingin merasa

Tak ingin bermakna, tak jua hendak menilai apa

Tak ada teman sejati, tak ada musuh abadi

Semuanya hanya masalah kepentingan

Tidak ada yang ku percaya seutuhnya

Bahkan diriku sendiri pun tidak

 

Sesuatu yang tidak bisa membunuhku,

Hanya akan membuatku lebih kuat

Luka itu terasa manis sekarang

Rasa sakit telah membuatku memilih

 

Life is about choice

Everysingle choose followed by the consequencesa and responsibility

It’s my choose

Even smallest regret won’t be left out  ever

 

I’m not a goodguy,

But not really that bad, am i?

Only change that doesn’t changed

Lives goes on

 

Because i’ve lived enough in the real world

To know that the only person i can count on is myself

You live alone

You’ll die alone

 

A so desu ka? Pantas saja Lee Han-ssi, Hyuk Mo-ssi dan Hyung Soo-ssi menyuruhku memilih sendiri. Hmmm… sekarang aku yang sulit memutuskan, siapa yang akan mendapatkan peran utama dan siapa yang mendapatkan peran the badguy. Teknik vokal Jonghyun lebih bagus, Jinki punya warna suara yang unik, masalah akting…

“Baiklah. Onew-ssi, kau yang menjadi pemeran utama. Jonghyun-ssi, The Badguy.”

“Mwo?”

Eihhh, kenapa mereka malah bengong begitu.

“Selamat hyung… ” Oh, kau aktor yang hebat Jonghyun, tapi aku tidak cukup bodoh sampai tidak bisa menangkap sorot kecewa dari matamu. Sementara Hyung-nya hanya tersenyum tipis menatapku meminta penjelasan.

“Jonghyun punya teknik vokal yang bagus, begitu pula penghayatan peranmu. Akan sangat mudah bagimu memerankan tokoh utama”  Baiklah-baiklah, dengarkan penjelasanku ya!

“Tapi aku memilih Onew-ssi karena dia punya warna suara yang unik dan khas. Entah benar atau tidak, tapi menurutku semua orang bisa bernyanyi dengan baik, asalkan dia tau dari mana dan bagaimana cara mengeluarkan suara dengan tepat. Tapi warna suara adalah hal berbeda, itu adalah anugrah. Tapi, Onew-ssi, untuk memperbaiki teknik vokalmu, kita harus latihan ektra, privat. ”  Mereka kembali terbengong-bengong mendengar penjelasanku yang panjang lebar ini.

“Ne. Tapi jangan memanggil kami dengan –ssi, rasanya terlalu formal ” Sahut Jonghyun setelah terdiam beberapa saat. Jinki hanya mengangguk-angguk saja, antara mengerti apa yang ku jelaskan, juga sekaligus setuju dengan pernyataan Jonghyun.

Jinki POV

Warna suara? Heh, entahlah apa yang dipikirkan yeoja ini.

“Apa kalian sudah selesai? ”  Aish, Lee Han-ssi mengagetkan kami bertiga.

“Onew yang mendapatkan peran utama” Yeoja itu menjawab singkat, bahkan tanpa menoleh pada Lee Han-ssi.

“OK. Kita kumpul dengan yang lain. Ayo!”

Kami bertiga mengkuti Lee Han-ssi.

“Hyung, siapa yang jadi pemeran kakak-ku? ” Tanya Taemin begitu aku dan Jonghyun sampai didekatnya, bergabung dengan anggota SM lainnya yang menjadi pendukung drama musical ini.

“Onew ” akhirnya Jonghyun yang menjawab, aku masih terlalu sibuk dengan pikiranku sendiri.

“Woooo….selamat ya Hyung. Ah, berarti Jonghyun cuma jadi support cast, Badguy apalah itu? Gwenchana? ” tanya Taemin pada Jonghyun.

“Aish, kau ini Taemin, tentu saja tidak apa-apa ” jawab Jonghyun lemah.

“Ehmm…Ehmm ” Lee Han-ssi berusaha menarik perhatian kami semua.

“Kami sudah memutuskan Onew sebagai pemeran Chaebol dan Jonghyun sebagai The Badguy. Yang lainnya, sesuai yang sudah diumumkan kemarin. Ini jadwal latihan kalian. Oya, kenalkan ini Kinsei, penulis skenario kita. Selain menjadi asistenku, dia juga akan melatih vocal, terutama untuk dialog kalian. Dia juga secara khusus akan membantu kalian dalam proses reading dan pendalaman karakter. Kalian sudah kenal Hyuk Mo-ssi dan Hyung Soo-ssi, mereka akan dibantu oleh pelatih vocal kalian masing-masing. Begitu juga dengan koreografi, pelatih kalian yang biasa yang akan menanganinya. Kinsei, itu Taemin, pemeran utama kita, adik Onew yang lebih memilih menjadi dancer. Ah, maaf, kau lebih tahu jalan ceritanya kau kan penulisnya. Dan yang ini Yoona, pasangan Onew, selebihnya kita kenalan sambil latihan saja…”  Lee Han-ssi sibuk menunjuk kesana kemari.

“Hyung, menurutmu apa kita harus memanggilnya noona?” Taemin berbisik pada Key disela-sela penjelasan Lee Han-ssi.

“Entahlah, tapi ku dengar dia sudah menyelesaikan bachelor degree-nya di Kyoto Daigaku. Berarti, dia lebih tua dari kita ” sahut Minho saat melihat Key hanya mengendikkan bahunya.

“Tapi dia kelihatan imut, kurasa tidak lebih tua dari kita. Iya kan? ” kali ini Key yang bertanya sambil melirikku dan Jonghyun.

Entahlah, aku masih terpikir proses casting dengan…siapa nama yeoja itu. Ah, Kinsei…ya benar. Kinsei. Sepertinya ada alasan yang tidak diungkapkannya pada kami. Aku merasa dia menilai kami dengan tatapannya yang tajam. Ya ampun… aku sampai merasa dia bisa menembus tempurung kepalaku dan melihat apa yang sedang ku pikirkan. Entah bagaimana menurut Jonghyun. Aku benar-benar tidak mengerti.

Kinsei POV

Huuffh, kalau jadwalnya sepadat ini, berarti aku terpaksa tinggal di salah satu dorm mereka. Padahal aku sudah bilang pada Jae Hyun oppa, kalu selama di Seoul aku mau ikut tinggal di apartemennya. Jauh lebih nyaman daripada tinggal di rumah harabeoji, hehehe…

“Kinsei-ssi…eh, noona… ”  tiba-tiba Jinki menghentikan langkahku.

“Ada apa? ” sahutku sedikit terkejut.,

“Di jadwalku belum ada latihan vokal bersamamu ” ujarnya ragu-ragu. Ahh… benar juga, aku belum bilang pada Lee Han-ssi soal yang satu ini.

“Setiap hari mulai jam 5 sampai jam 7 pagi ”

“Mwo? ” tanyanya dengan ekpresi terkejut, tidak percaya dan sedikit berharap salah dengar.

“Keberatan? ” Oh, sepertinya benar, dia tidak bisa bangun pagi.

“Ani… Kapan kita mulai? ”

“Besok pagi ” dari sorot matanya dan cengiran tertekannya, aku yakin, bangun pagi buta adalah perkara besar buatnya,hehehe…

“OK. See you ” tambahku tampa menunggu tanggapannya, berlalu begitu saja, mengingat kalau baju-bajuku masih rapi didalam backpack, belum sempat ku keluarkan. Dan masih harus menelpon Jae Hyun oppa, memberitahu kalau aku tidak jadi keapartemennya. Ah…pasti oppa sepupuku yang jahil itu kecewa berat! Satu lagi, aku bahkan belum bertemu harabeoji. Memang kakek yang aneh, buat apa dia memaksaku ke sini, pakai alasan MEMBANTU segala, kalau cuma memberiku pekerjaan begini padat. Kalau memang rindu padaku, wajarnya dia ingin aku menemaninya sepanjang waktu kan? Sekarang, dengan jadwal seperti ini, bahkan bertemu dengannya pun sudah sulit sekali. Ingin memperlihatkan padaku bagaimana beratnya hidup sendiri di dunia nyata ya? Aku sama sekali tidak takut harabeoji! Lihat saja nanti!

Jinki POV

“Arrgggghhhh… ”

“Ya! KEY! Kau sengaja mau membunuh hyung leader-mu ini ya? ” bentakku kasar.

Aish… sepagi ini dia sudah memencet hidungku sampai aku terbangun gelagapan tidak bisa bernapas.

“Kau kan ada kencan jam 5 pagi. Dari tadi manager hyung berteriak-teriak membangunkanmu, kau malah tambah pulas, justru aku yang terbangun. Sana berangkat! Aku mau tidur lagi…” dongsaeng-ku yang cerewet itu merepet tidak karuan.

Aishh, betul juga, aku ada jadwal latihan dengan Kinsei noona. Noona…rasanya aneh memanggilnya dengan sebutan ini, dia terlihat lebih muda dariku.

***

“Kau telat 1 menit ” Ya tuhan, yeoja ini…

“Mianhae, jeongmal mianhaeyo ”  aku belum pernah harus bangun sepagi ini untuk latihan vokal. Latihan seperti apa sih yang dia maksud?

“Kau pemanasan dulu, setelah itu kita jogging” suaranya terdengar datar dan dingin. Aishh, padahal udara saja masih sangat dingin, jadi bertambah dingin karena suaranya.

“Cepat! ”  Ya! Bahkan bentakannyapun tetap terdengar datar dan dingin.

“Ne, ne ”

***

“Cukup. Sekarang istirahat dulu” akhirnya setelah lebih dari 1 jam kami berlari. Untung saja ini masih sangat pagi, belum ramai, tidak ada orang yang mengenaliku di taman kota ini.

“Luruskan” ucap Kinsei sembari menyentil lututku yang bersilang, duduk diatas rumput yang basah terkena embun.

“Atur nafasmu dengan benar ” ucapnya lagi. Aishh, ini aku juga sedang berusaha mengatur nafas.

“Bukankah kita mau latihan teknik vokal?” Akhirnya aku tidak tahan lagi untuk bertanya. Kenapa dia malah mengajakku berlari sejauh ini, memangnya aku perlu mengurangi berat badan ya?

Kinsei POV

“Bukankah kita mau latihan teknik vokal?” Cerewet juga namja satu ini. Aku hanya melolot melihatnya. Hahaha…dia langsung saja terlihat salah tingkah.

“Sekarang duduk bersila, tegakkan punggungmu. Ambil nafas, tahan selama kau mampu, hembuskan dalam sekali sentak” Aku mulai memberikan instruksi.

Ya ampun, kenapa dia memilih untuk menyimpan nafasnya di dada seperti itu.

“Sebaiknya, kau tahan nafasmu diperut, diafragma, karena tidak banyak mengganggu gerak dan daya tampungnya lebih banyak dibandingkan dada. Seperti ini… ” Aku mulai memberi contoh.

“Begini ?” tanyanya sambil melihatku.

“Betul. Rasakan diafragma kita mengembang. Perut, pinggang, bahkan bagian belakang tubuh di sebelah atas pinggul kita juga turut mengembang. Lakukan beberapa kali ” Lumayanlah, tidak buruk untuk permulaan.

“Tarik napas, lantas keluarkan lewat mulut sambil menghentakan suara wah… dengan energi suara. Lakukan berulang kali”

“Tarik napas, lantas keluarkan lewat mulut sambil menggumam mmm…mmm… keluarkan suaramu lewat hidung”

“Sama dengan latihan kedua, hanya keluarkan dengan suara mendesis, ssss…….

“Hirup udara banyak‑banyak, kemudian keluarkan vokal aaaaa….. sampai batas napas yang terakhir. Nada suara jangan berubah”

“Sama dengan sebelumnya, hanya tinggi rendah suara diubah-ubah naik turun, dalam satu tarikan napas”

“Keluarkan vokal a…..a…… secara terputus-putus”

“Keluarkan suara vokal a‑i‑u‑e‑o, ao‑au‑ae, oa‑oi‑oe‑ou, iao‑iau‑iae‑aie‑aio‑aiu‑oui‑oua‑uei‑uia

Sepertinya perlu waktu sampai dia benar-benar menguasai  teknik vokal.

Jinki POV                     

Tak terasa sudah 2 minggu aku berlatih untuk pementasan drama musical ini. Lumayan capek, tapi semakin hari aku justru semakin menikmatinya.

“Hyung, sekarang kau keren sekali. Suaramu sangat stabil?” ucap Minho ditengah-tengah latihan dance.

“Benar. Padahal koreografinya cukup berat, penuh hentakan” sahut Key.

“Kau bahkan tidak terlihat kelelahan atau tersengal-sengal” Jjong ikut berkomentar. Aku hanya tersenyum tipis memandang mereka.

“Memangnya Kin noona ngasih latihan apa sih Hyung?” Taemin bertanya sambil mengerjap-erjapkan matanya.

“Biasa, cuma jogging setiap pagi” ucapku ringan

“Mwo? Tidak mungkin” sahut mereka serempak.

“Apanya yang tidak mungkin. Kalau kalian tidak percaya, coba saja bangun jam 5 pagi dan jogging setiap hari, nanti suara kalian juga stabil” jawabku setengah mempermainkan para dongsaengku ini.

Tentu saja suaraku menjadi stabil, yeoja itu setiap hari memaksaku berteriak sekuat‑kuatnya sampai ke tingkat histeris.

Bersuara, berbicara, berteriak sambil berialan, jongkok, bergulung‑gulung, berlari, berputar‑putar dan berbagai variasi lainnya. Tapi benar juga, suaraku sekarang lebih stabil, artikulasi-ku juga lebih jelas. Dan tidak perlu sampai memutuskan urat leher hanya untuk mencapai nada tinggi. Hasil yang pantas untuk pengorbananku,hehehe…

Walaupun dia bilang teknik vokalku sudah bagus, aku masih ingin belajar gestikulasi darinya. Kemarin dia baru menyinggung sedikit soal itu.

Kinsei POV

Huuaahhhh…pagi ini bakalan jogging sendirian kaya’nya.

Ehhh…

“Onew, kenapa ada disini? Lupa ya? Kita sudah tidak ada jadwal latihan. Teknikmu sudah bagus” Aku menatapnya heran. Bukannya dia tidak bisa bangun pagi, kecuali terpaksa.

“Ne. Aku sudah otomatis terbangun setiap jam 5 pagi. Tak apa kan kalau kita jogging bersama?” Jinki cengar-cengir sambil membetulkan letak topinya.

“A so desu ka?” Padahal baru 2 minggu, adaptasi jam biologisnya cepat sekali. Namja ini terkadang membuatku terkejut dengan kemampuannya.

“Tapi kali ini aku yang menentukan jalur jogging kita” Dia terlihat serius. Aku menatapnya, bertanya lewat ekspresi.

Bukannya menjawab, dia malah berlari mendahuluiku.

***

Hemmm…rasanya aku kenal aroma ini. Wafel, harum…sekali. LAPAR.

“Ayo, kau kelihatan lapar. Wafel disini terkenal enak lho. Kau pasti suka” ujar Jinki sambil menarik  tanganku, tak sabar melihatku yang malah sibuk mengendus aroma wafel.

Sebenarnya aku tidak suka ditarik-tarik seperti ini, aku kan bisa jalan sendiri, kenapa harus ditarik-tarik sih? Tapi aroma wafelnya… hmmmm… yummy…

“Enakkan?” jinki tersenyum geli melihatku makan dengan sangat lahap dan serius. Aku hanya mencengir malu dengan mulut penuh sibuk mengunyah wafel.

“Jagi-ya…”