Hufff… mari menghirup udara sebanyak-banyaknya terlebih dahulu. Penuhi kapasitas maksimum paru-paru dengan oksigen, hembuskan perlahan. Dan mulailah menulis.

Ting tong!

Idenya mana? Masa’ nulis nggak pake ide? Trus mo nulis apaan dong?

Siapa bilang nulis mesti punya ide dulu? Aku bukan penulis profesional yang punya kompetensi untuk membahas teori-teori penulisan.

Jadi, anggap saja ini hanya aku yang lagi meromeng, nggambleh, menggelegak! Itupun kalau kalian tau apa arti istilah itu, kekeke…

Kembali ke pokok bahasan, bahwa menurutku, menulis bisa dilakukan bahkan saat aku nggak punya ide. (Pendapat sementara yang bisa berubah kapan saja. Dan bukan karena aku plin-plan, tapi karena aku antikemapanan. Halah!)

Buktinya sekarang ini. Aku bisa nulis ‘kan? Padahal aku lagi nggak punya ide loh!

Sebaliknya, saat mau menulis salah satu proyek FF dan fiksi (yang jelas-jelas idenya udah tersusun rapi di otak) mood-ku malah tak mendukung.

Aduh! Ngeliat dan ngebaca kalimat-kalimat sebelumnya aja udah bikin aku males! Ngebayangin runtutan peristiwa yang seharusnya aku tuangin ke dalam kata-kata malah bikin aku muak. Ini baru contoh yang fiksi. Satu lagi proyek non fiksi, terbengkalai di bab IV. Yeah, yang udah pernah ngerasain gimana bikin makalah, laporan penelitian, karya ilmiah, skripsi, tesis atau apalah yang resmi-resmi gitu, pasti (sok tau) bete berat ama yang namanya BAB IV! HASIL DAN PEMBAHASAN!

Sungguh menyebalkan. Jelas-jelas ide ada! Bahan tulisan kumplit! Kronologis, eh, sistematika penulisan jelas (ada pakem-nya toh?). Apalagi? Kenapa justru males banget nulisnya? Hah… aku tau…. Mikir! Yah, proses mikirnya yang bikin males.

OK, langsung kesimpulan ya!

Jadi, menulis itu bukan proses menuangkan ide atau gagasan apalah! Tapi proses menuangkan pikiran dalam bentuk tulisan.

Jadi, nulis itu gampang! Karena toh, otak kita selalu berpikir ‘kan? Bahkan dalam tidur sekalipun. Buktinya ada yang namanya mimpi. Tuh… berpikir sambil tidur, mimpi.

Siapapun yang mau jadi penulis! Gampang! Mulai hari ini, cobalah menuangkan apapun yang lagi kamu pikirkan! Jangan nunggu-nunggu ide atau gagasan cemerlang! Setiap hari nulis, beberapa ratus kata aja deh, nggak usah muluk-muluk ribuan. Disiplin, konsisten, nggak ogah-ogahan. InsyaAllah, jadi penulis handal!

Tulis apapun yang sedang melintas di otak. Misal, kalau abis baca tulisan ini trus kepikir “Yen lagi angot nih penyakit sarapnya!” Nah, tulis aja. Panjang-panjangin deh. Klo perlu sekalian dibikin analisanya, dari segi kesehatan mental, psikologi, sosial ekonomi, politik, pendidikan. Weh, nggak nyambung? Siapa bilang nggak nyambung. Bisa aja ini nyambung. Nah, disini yang namanya ide dan imajinasi bakal muncul mengikuti. Bayangin aja klo ternyata si “Yen” ini lagi terlilit hutang apalah (ekonomi), nggak kepilih jadi walikota manalah (sosial politik), laporannya nggak selesai-selesai juga padahal tenggat waktu tinggal 2 minggu (bisa masuk pendidikan nggak? Bodo!) atau apalah terserah. Tuh… lama-lama bisa jadi sebuah tulisan yang keren. Judulnya mungkin saja, “Fenomena Over Studying dalam Sistem Pendidikan di Indonesia”. Keren benar ‘kan?

Sekali lagi ku tegaskan, Aku bukan penulis profesional yang punya kompetensi untuk mbahas teori tulis-menulis! Ini cuma bentuk pikiran yang ku tuangkan dalam kata-kata!

Sekian.