Mari mengisi waktu luang (istirahat sholat Jum’at) dengan sesuatu yang berguna.

Typo.

Udah sering denger istilah ini ‘kan? Typo merupakan singkatan dari Typographical error yang artinya “kesalahan penulisan” atau “salah tulis”. Dari definisi ini, boleh ‘kan klo aku menyimpulkan bahwa typo adalah ketidaksengajaan? Selip jari waktu ngetik. Saking cepetnya mungkin? Pake sebelas jari? Hehehe….

Lalu, pertanyaan terbesarnya : apa hubungannya typo dan kejujuran?

Jujur, aku nulis postingan ini karena: pernah suatu kali aku mengkritik seorang penulis (nama tidak perlu disebutkan) di suatu blog (bukan blog pribadi) tentang tulisan dia yang banyak typo-nya dan selalu diulang untuk kata yang sama. Hmmm… klo nggak salah inget, yang kupermasalahkan waktu itu adalah kata ‘perduli’. Well, dia dengan ringannya njawab klo itu adalah typo! Astaga….

Please deh! Jujur aja kenapa sih?!

Klo menurutku, jelas-jelas kesalahan yang seperti ini tidaklah termasuk typo. Tapi emang dasarnya penulis tersebut nggak peduli atau nggak mau peduli pada EYD. Nggak ada kata ‘perduli’ dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Yang betul itu adalah ‘peduli’. Begitu juga dengan ‘rapih’ yang seharusnya adalah ‘rapi’; ‘jerembap’ bukan ‘jerembab’ dan ”pikir’ bukan ‘fikir’.

Sekali lagi, jujurlah! Apakah itu benar-benar typo, sengaja pake bahasa nonformal (seperti yang beberapa kali aku pakai : bener, pake, emang, klo) atau emang nggak tau, bego bin tolol tentang EYD!

Aku bukan sok kepinteran ato kecakepan ya! Aku cuma lagi angot. Sebel setengah mampus ama orang yang suka mencari-cari alasan, pembenaran dan sebangsanya.

Trus, apa aku udah bebas dari typo? Tentu saja TIDAK. Lihat aja di beberapa tulisanku, pasti ada typo-nya. Setidaknya, aku akan jujur bilang apakah itu murni typo (sungguh tak sengaja), bahasa non formal (biasa aku pakai dipostingan yang bersifat ‘miscellaneous’ dan kalaupun ada didalam FF dan Fiksi, ada dibagian dialog para tokohnya) atau emang aku yang bego dan males ngecek KBBI.

Hmmm…. Cara menghindari typo? Cek ulang tulisan sebelum dipublish! Bahasa kerennya proofreading, yang artinya membaca ulang teks untuk mendeteksi dan mengoreksi kesalahan penulisan.

Mari kita tutup renungan hari ini dengan berdoa. Semoga Yen bisa menjadi orang yang konsekuen alias sembodo, bisa menyelaraskan antara omongan dan tindakan. Semoga Yen bukan termasuk orang yang banyak bacot, tukang kritik, padahal dirinya jauh lebih parah dari yang dikritik. Amin.

Credit : bloggingly.com