SCAR

Author : yen

Main Cast : SHINee’s Kim Ki Bum (Key)

Support Cast : Kim Jae Bum

Genre : Horror, Supernatural, Family, Life

Type/Length : Flash Fiction (350 words)

Rating : General

Summary : Orang yang harus mati agar kau tetap hidup.

Recommended Backsound: Scar by SHINee

Scar

Key menatap bayangannya dalam cermin, mendesah berat. Ada sesuatu yang membetot jantung, meremas hati saat melihat bekas luka yang melintang di dadanya. Luka misterius yang tak pernah bisa diingatnya, kapan dan bagaimana bisa ada di sana. Padahal, melihat betapa panjang dan jelasnya bekas luka itu, pasti ada peristiwa besar dibaliknya. Peristiwa besar yang tak meninggalkan sebersitpun ingatan.

“Masih melupakanku?”

Key berjengit, “S-s-siapa kau?” Menatap jerih bayangan yang tiba-tiba muncul di cermin. Bukan. Bukan. Tentu saja itu bukan bayangannya.

Sosok yang sangat mirip dengan Key itu mengikik sinis, “Aku saudaramu, belahan dirimu. Orang yang harus mati agar kau tetap hidup.”

Key menelisik bayangan dihadapannya. Sosok itu sangat mirip dengannya, bahkan ia juga memiliki bekas luka yang sama. Pembeda antara mereka hanyalah wajah pucatnya, rambutnya yang berantakan dan… lesung pipi! Sosok itu tidak memiliki lesung pipi.

“Lesung pipi? Ternyata bagimu itu juga hal yang penting?” Sosok bayangan itu menyeringai sedih bercampur dendam.

Key merasakan sakit yang amat sangat di bekas lukanya, mengaduh pelan.

“Dua puluh tahun yang lalu, Appa dan Umma lebih memilihmu karena kau punya lesung pipi,” keluh sosok dalam cermin, “Kita lihat, apakah mereka akan menyesal. Apa gunanya lesung pipi jika kau tak akan pernah bisa tersenyum lagi?”

“Jae Bum….” Panggil Key perlahan. Ia ingat semuanya. Peristiwa asal mula bekas lukanya.

Sosok pucat dalam cermin berjengit kaget, “Jangan memanggil namaku dengan mulut laknatmu bocah tak tau diri!”

Key tersenyum, mengabaikan tatapan galak yang dilontarkan Jae Bum padanya, “Aku akan menemanimu.”

Jae Bum tertawa keras mendengar pernyataan saudara kembarnya itu, “Aku tak butuh teman Key! Kita memang lahir bersama, tapi hanya bisa hidup seorang diri! Matipun seorang diri.”

Key meneguk ludah, “M-m-maksudmu?”

“Waktumu sudah habis Key. Jantung yang ada dalam dadamu itu, milik kita berdua. Kau sudah menggunakannya selama 20 tahun. Sekarang giliranku! Serahkan!” Ucap Jae Bum dengan nada dingin, mengulurkan tangannya kearah Key.

Key menatap nanar tangannya yang entah mengapa terangkat sendiri, meraih tangan putih pucat yang terulur dihadapannya. Sedetik kemudian Key merasa hawa dingin mengalir melalui tangan mereka yang bertaut, hawa itu meresap dalam tubuhnya. Hawa dingin yang menyenangkan. Hawa dingin yang menenangkan.  Key tersenyum. Senyum tanpa lesung pipi.