1st Journey at Sōzōtopia

Outro – Next Journey

 

 

Author : yen

Main Cast : SHINee’s Kim Ki Bum, Super Junior’s Cho KyuHyun, Cho Hyo Ra.

Support Cast : Super Junior’s Lee Donghae, Super Junior’s Kim Heechul, Super Junior’s Leeteuk, BIG BANG’s Kwon Ji Yong

Spesial appearence : Kinsei Oguri

Length : Sequel

Rating : General

Genre : Fantasy, Parallel Universe

 

Hyo Ra mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan. Ternyata bukan hanya artis SMEnt saja yang hadir. Ia juga melihat beberapa artis dari manajemen lain. Sesaat tadi ia bahkan hampir tersedak saat melihat seseorang yang mirip dengan Dragon. Benar-benar tersedak saat tahu orang itulah yang benama Kwon Ji Yong alias G-Dragon. Orang itu tampaknya datang dengan seorang gadis cantik berdarah Jepang, tunangannya.

Malam ini Key mengajak Hyo Ra datang ke pesta yang diadakan agensi tempatnya bernaung. Dan bukan kebetulan, Kyuhyun, kakak Hyo Ra, juga bernaung di agensi yang sama.

“Kenapa kau melihat Donghae Hyung dengan tatapan seperti itu?” Sentak Key pada gadis disebelahnya.

“Eh? Apa? Tidak. Hmmm… dia tampan ya?” Gadis itu justru menyeringai lebar, teringat Donghae yang ada di Negeri Para Penerbang.

Key menggembungkan pipi, mendelik mengkal, “Tampan? Kau mengatakan seorang namja lain tampan tepat di depan pacarmu sendiri?”

Hyo Ra terkekeh geli, menggamit manja lengan Key, mengabaikan tatapan tajam Kyuhyun yang jelas-jelas tidak suka.

“Sini! Tidak baik berdua-duaan begitu.” Tanpa basa-basi Kyuhyun sudah menarik lengan adiknya, melempar tatapan mengancam pada Key yang hanya bisa ber-puh pelan.

“Kalau saja bukan Key yang menemukanmu saat kau hilang di Sokcho, aku tidak akan mengijinkanmu pacaran dengannya. Dan ingat, aku selalu mengawasi kalian. Jangan berbuat yang tidak-tidak,” ancam Kyuhyun galak.

Hyo Ra hanya menyeringai malas, hapal benar kebiasaan kakaknya semata wayangnya yang memang suka mengomel.

Oppa, kenapa kau tidak pacaran saja?” Tanya Hyo Ra jahil.

Kyuhyun tersenyum penuh arti, “Siapa bilang aku belum punya pacar?”

“Jadi kau sudah punya? Siapa? Curang sekali. Waktu aku jadian dengan Key, kau memaksaku untuk cerita. Tapi-”

Kyuhyun membekap mulut Hyo Ra, membuat gadis itu gelagapan, menggapai-gapai minta tolong. Key hanya mengangkat bahu, menyeringai pasrah karena Kyuhyun jelas-jelas selalu melempar tatapan galak kearahnya. Lebih baik tidak usah mencari masalah dengan calon kakak ipar yang kelakuannya mirip setan, itu pikir Key.

“Kyu! Kenapa kau menyiksa adikmu?” Donghae yang baru saja bergabung berusaha melepaskan Hyo Ra dari cengkraman kakaknya.

“Biar saja Hyung. Siapa lagi yang akan menyiksanya kalau bukan aku?” Sahut Kyuhyun kalem, sembari melepas Hyo Ra yang sudah megap-megap kehabisan nafas.

“Ya! Kyu! Seharusnya kau mengenalkan kami pada Hyo Ra sejak dulu. Kalau begini, aku ‘kan jadi kalah cepat dari bocah ingusan ini!” Seru Heechul sembari menunjuk Key.

Key mendelik marah, “Siapa yang Hyung maksud dengan bocah ingusan?’ Serunya galak.

“Tentu saja kau! Begitu saja tidak mengerti. Bodoh!” Seru Heechul tak kalah galaknya.

Kyuhyun mencelutuk kalem, “Dia bukannya bodoh Hyung. Hanya sedikit…” Kyuhyun menggantung perkataannya, menggerakkan jari sedemikian rupa di sebelah kepala.

Anggota Super Junior yang lain serentak menyahut, “IDIOT!”

Key yang jelas kalah pasukan karena SHINee sedang entah ada dimana hanya bisa merutuk dalam hati, memasang ekspresi siap meledak.

“Kau mau kemana?” Cegah Kyuhyun saat melihat Hyo Ra diam-diam beringsut pergi.

Hyo Ra mengangkat bahu, “Ke toilet. Mau ikut?”

“PLETAK!”

“OUCH! OPPA! SAKIT!”

Kyuhyun menyeringai ganas, tangannya masih terangkat, siap menjitak kepala Hyo Ra untuk kedua kalinya. “Makanya jangan bicara sembarangan. Kau tidak lihat? Kami ini semuanya laki-laki!”

“Benarkah? Kupikir….” Hyo Ra lagi-lagi mengangkat bahu, menyeringai.

“PLETAK!”

“OUCH! KEY!”

Kali ini Key yang menjitak kepala Hyo Ra, menatap garang.

“PLETAK!”

HYUNG!” Key memberengut pada Kyuhyun yang menjitaknya keras-keras.

“Pacar macam apa kau ini? Hanya aku yang boleh menyiksa Hyo Ra! Paham?!” Seru Kyuhyun, lengkap dengan senyum setannya.

“Sudah-sudah. Jangan melakukan kekerasan dalam rumah tangga,” Leeteuk tersenyum malaikat, menengahi kekacauan yang terjadi. “Kau mau ke toilet? Perlu kuantarkan?”

Tanyanya pada Hyo Ra. Sukses membuat Hyo Ra berharap, suatu saat nanti bisa bertemu Leeteuk versi semesta lain.

“Tidak usah Oppa, terima kasih,” sahut Hyo Ra manis, tersenyum malu-malu. Membuat Key ber-puh panjang, Kyuhyun terbelalak tak percaya.

“Manis sekali kau dihadapan Leeteuk Hyung. Biasanya tidak begini,” protes Kyuhyun tidak terima.

“Sudah Kyu, berhenti mengganggu adikmu. Hyo Ra, pergilah.” Lagi-lagi Leeteuk memamerkan senyum malaikat berlesung pipi andalannya.

Hyo Ra mengangguk sopan, bergegas menuju toilet. Setelah menyelesaikan urusannya di toilet, Hyo Ra menyempatkan diri mengecek dandanannya di kaca wastafel. Tadi sore, Key cerewet sekali menyuruhnya bolak-balik berganti baju. Tapi lumayan juga, malam ini ia memang terlihat lebih cantik dari pada biasannya.

“Kau akan terlihat lebih cantik jika menggunakan gaun biru laut,” ucap sebuah suara renyah yang ternyata berasal dari seorang gadis cantik yang berdiri tepat di sebelah Hyo Ra.

Hyo Ra mengernyitkan dahi, “Gaun hijau?”

“Kau seorang Veneris ‘kan?” Tanya gadis itu sembari tersenyum.

Hyo Ra terbelalak tak percaya, “Dari mana kau tahu? Eh, bukankah kau adalah tunangan Jiyong-ssi?”

“Kenalkan, aku Kinsei. Yeah, aku memang tunangan Jiyong Oppa. Dan… dulu aku adalah seorang Veneris,” jawab gadis itu sembari membasuh kedua tangannya di wastafel. Hyo Ra mengamati Kinsei melalui pantulan di cermin.

“Kau… seorang Veneris?” Tanya Hyo Ra ragu-ragu.

Kinsei tersenyum, menggeleng tipis, “Bukan. Aku hanya mantan Veneris.”

“Mantan? Tapi kau belum menikah ‘kan? Bukankah Veneris baru berhenti saat ia menikah?” Hyo Ra memutar bola matanya, bingung.

“Aku melanggar aturan utama seorang Veneris. Dragon menghukumku dan membuatku menjadi orang biasa.” Papar Kinsei. Kali ini nada suaranya terdengar sedih.

“Aturan utama?” Hyo Ra menautkan alis, “Jatuh cinta?”

Kinsei menyeringai kecil, tertawa pelan.

Hyo Ra menepuk dahinya, ber-ah keras, “Kau yang dimaksud oleh mereka! Kau Veneris yang jatuh cinta pada… siapa?”

Lagi-lagi Kinsei tertawa pelan, mengangkat bahu, “Siapa?” Ucapnya geli, balik bertanya.

Hyo Ra membulatkan mata, menaikkan alis, berseru tertahan, “DRAGON?? Kau jatuh cinta pada orang menyebalkan itu?”

“Apa dia sekarang menyebalkan? Dulu tidak,” sahut Kinsei ringan.

Hyo Ra ber-puh panjang, “Yah, dia menyebalkan. Tapi tunggu dulu. Kau masih ingat semua kejadian saat kau jadi Veneris? Kapan kau berhenti jadi Veneris? Dragon menghukummu? Seperti apa?”

“Satu-satu nona. Aku bahkan belum tahu siapa namamu,” sahut Kinsei sembari menahan tawa. Geli melihat antusiasme Hyo Ra yang berlebihan.

“Aku Hyo Ra. Cho Hyo Ra. Jadi bagaimana? Kapan?” Sembur Hyo Ra tak sabaran.

Kinsei menghela nafas panjang, “Ehm, 3 tahun yang lalu, saat aku masih 18 tahun. Sebenarnya aku tidak ingat detailnya, hanya sedikit. Yah, hanya sebagian kecil  yang masih bisa kuingat. Itupun tidak jelas, samar-samar.”

“Kau bahkan terkadang merasa kalau itu hanya mimpimu saja. Iya ‘kan?” Tegas Hyo Ra prihatin.

Kinsei mengangguk tipis, “Begitulah.”

Hyo Ra menghela nafas panjang, “Eonni, jangan-jangan, kau merasa mengalami deja vu saat pertama kali bertemu Jiyong-ssi. Benar?”

“Bagaimana kau bisa tahu?” Tanya Kinsei antusias.

Hyo Ra menatap Kinsei dengan iba, “Kau tidak ingat? Dragon dan Jiyong-ssi sangatlah mirip. Bukan, bukan mirip. Mereka sama persis.”

“Benarkah?” Pertanyaan Kinsei terdengar seperti sebuah keluhan. Kedua gadis itu terdiam, masing-masing sibuk dengan pikirannya. Tak seorangpun dari mereka berdua yang menyadari, bahwa sedari tadi ada seorang namja berjubah hitam yang menatap kosong pada mereka. Lebih tepatnya, menatap Kinsei dengan ekspresi tak terkatakan.

“Aku duluan Hyo Ra, takut Jiyong Oppa mencariku,” pamit Kinsei sembari menepuk pelan bahu Hyo Ra.

“Aku juga sudah selesai kok. Kita barengan aja ya, Eonni? Aku ingin bertanya beberapa hal lagi padamu.” Sahut Hyo Ra cepat, buru-buru melangkah mengikuti Kinsei yang telah mencapai pintu.

“BRUKK!”

Kinsei refleks menoleh ke belakang, terkesiap melihat Hyo Ra yang jatuh tertelungkup, tak sadarkan diri.

***

Hyo Ra menatap Key yang membopong tubuhnya dengan iba. Di samping Key nampak Kyuhyun yang wajahnya terlihat pucat dan sangat cemas. Kinsei yang berada dipelukan Jiyong juga terlihat begitu khawatir.

“Terlalu sekali! Lihat-lihat situasi dong kalau mau menjemputku! Kau tidak punya cara yang lebih sopan apa?” Sembur Hyo Ra pada namja berjubah hitam yang bersandar di pintu toilet dengan santainya.

“Tapi dari sini terlihat romantis ‘kan? Key menggendongmu ala pengantin seperti itu. Harusnya kau terharu,” sahut Dragon dingin, melipat kedua tangannya di depan dada. Sejak tadi matanya tak lepas dari Kinsei.

Hyo Ra melotot garang, “Romantis apanya? Ini memalukan! Pingsan di toilet gara-gara terpeleset. Kau sengaja sekali ingin menghancurkan imej-ku!”

“Hei! Jangan melihat Kinsei Eonni terus! Dia itu tunangan orang. Salahmu sendiri tidak mau menerimanya! Padahal dia dulu mencintaimu!” Seru Hyo Ra mengkal karena Dragon mengabaikannya.

“Siapa yang tidak mau. Aku mau. Tapi tidak bisa. Tidak boleh,” keluh Dragon pelan.

Hyo Ra mengeryit tak percaya melihat ekspresi Dragon yang aneh. “Jangan bilang kau sebenarnya juga mencintai Kinsei Eonni,” tuduh Hyo Ra telak, membuat wajah Dragon mengeras.

“Jangan-jangan, perasaan aneh yang aku rasakan selama ini, adalah perasaan Kinsei Eonni yang menurun padaku? Aku ‘kan tidak mungkin menyukai orang menyebalkan sepertimu. Pasti ini perasaan Kinsei Eonni,” gumam Hyo Ra tak jelas, lebih pada dirinya sendiri.

Dragon hanya melirik Hyo Ra dengan sorot mata dingin mematikan, tak menanggapi.

Tiba-tiba Hyo Ra ber-ah keras, menepuk jidat, “Tapi aku ‘kan bukan reinkarnasi Kinsei Eonni. Kenapa aku bisa merasakan perasaannya padamu?” Tanyanya serius, menatap Dragon lurus-lurus.

“Karena yang kau rasakan itu adalah perasaanku,” sahut Dragon datar, matanya sudah kembali tertancap pada Kinsei.

Hyo Ra berjengit kaget, “Perasaanmu? Perasaanmu pada Kinsei Eonni? Astaga… sesakit itukah rasanya mencintai orang yang tidak boleh kau cintai? Tapi… kenapa aku bisa merasakan perasaanmu? Apa karena kontrak nyawa yang kau bilang dulu? Atau ada hubungan lain? Atau-”

“Sudah! Kau ini cerewet sekali. Ayo! Bergegas! Kau ada tugas baru.” Potong Dragon, tajam dan dingin.

Hyo Ra menyeringai galak, “Aku tidak mau! Kembalikan aku ke badanku sekarang juga!”

“Semakin lama kau berbantah, semakin lama kau pingsan. Mau kau pingsan sebulan lebih? Atau kau lebih suka aku mengambil badanmu juga, seperti yang kemarin. Kau lebih suka pingsan atau hilang? Hmm?” Ancam Dragon tak peduli, sigap meraih pinggang Hyo Ra. Sekejap saja mereka telah sampai di tepi sebuah sungai besar. Hyo Ra hanya bisa mmberengut, tak ada gunanya memprotes, mereka telah sampai entah di semesta manalah.

“Berapa perbandingannya waktu di sini?” Tanya Hyo Ra sembari mencelupkan ujung jari tangannya ke permukaan sungai, sejuk.

Dragon melihat kelakuan Hyo Ra dengan pandangan datar, “Satu banding satu,” jawabnya singkat.

“Hah? Jadi aku harus pingsan beberapa hari?” Protes Hyo Ra mengkal. Saat di Negeri Para Penerbang, perbandingan waktunya 1 banding 2. Satu hari di bumi, 2 hari di Negeri Para Penerbang. Karena ia setengah bulan di Negeri itu, maka ia ‘hilang’ di laut selama seminggu. Jika 1 banding 1, bisa jadi ia harus pingsan berhari-hari.

“Satu hari di sini adalah satu jam di bumi. Kalau kau cepat, sebelum matahari terbit di bumi esok pagi, kau sudah bisa sadar,” sahut Dragon ringan.

Hyo Ra menghembuskan nafas lega, “Jadi, apa tugasku kali ini?”

***