Ini dia novel yang aku beli karena Ula mempromosikan Harumi Murakami dengan menyakinkan. Nggak salah tentunya, Ula memang punya kompetensi yang nggak aku ragukan lagi dalam menilai karya sastra. Walaupun, tetep ada protesnya : ULA!! Kenapa ada adegan begitu-nya? Aku ‘kan malu mbaca-nya… #sok-polos

Aku nggak pinter bikin review😀 Jadi… aku cerita sekilas aja deh.

Tokoh utama :

Novel ini menceritakan tentang 2 orang tokoh utamanya, yaitu : Kafka dan Nakata.

Setelah mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik dan detail, Kafka (15 tahun), pergi dari rumah Ayahnya dengan alasan : jika dia tidak pergi, maka dia akan rusak dan tidak akan bisa diperbaiki lagi. Ibu dan Kakak perempuan Kafka sudah pergi dari rumah saat Kafka masih kecil banget (4 tahun). Kafka udah lupa gimana wajah Ibu dan Kakaknya itu. Sejak kecil, Kafka telah diramal, lebih tepatnya dikutuk oleh Ayahnya sendiri : mbunuh ayahnya, nidurin ibunya, memperkosa kakak perempuannya! Hiiii…. #serem

Setelah pergi dari rumah, diperjalanan dia ketemu Sakura (yang mungkin, adalah kakak perempuannya). Ah… nggak seru klo aku cerita panjang-panjang. Intinya, aku merasa Kafka ini melakukan perjalanan dalam rangka menjalani, atau lebih tepatnya melepaskan diri dari kutukan Ayahnya. Selama perjalanannya, Kafka tinggal di penginapan, di perpustakaan, di rumah bukit antah berantah, bahkan berkunjung ke suatu tempat dimana waktu bukanlah unsur. Soal apakah Kafka bener-bener membunuh  Ayahnya, meniduri Ibunya dan memperkosa Kakaknya… pada akhirnya, bukan itu yang penting.

Nakata ( 50 tahun, lebih) adalah seseorang yang bayangannya tidak utuh. Karena suatu peristiwa yang menimpanya saat ia kecil, Nakata menjadi ‘kosong’. Tokoh ini unik banget. Bisa bicara dengan kucing, bahkan batu. Seseorang yang terlahir ke dunia untuk menyelesaikan misinya (itu yang aku tangkep).

Sampai akhir cerita, Kafka dan Nakata nggak pernah kontak langsung, nggak pernah ketemu. Tapi… kisah keduanya itu saling berkaitan, terjalin takdir deh istilahnya, kekeke…

Gaya penulisan :

Haruki Murakami punya gaya penulisan yang unik banget. Di novel ini, dia nggak cuma pake sudut pandang ‘aku’ dan ‘dia’, tapi juga kamu. WOW. Dan itu yg menginspirasi aku buat bikin cerpen ‘Kau, Hal-hal Kecil dan Persimpangan Jalan’.

Bab I, Murakami cerita tentang Kafka. Bab II, tentang Nakata. Bab III, Kafka (lagi), Terus gitu, gonta-ganti. Yang nggak biasa, bakal pusing deh, kekeke…

Ah-ya, seperti kata Ula. Haruki Murakami ini spesialis-nya Postmodern. Postmodern (pinjem definisi Ula : bacaan yang saat kamu baca bakal bikin bingung, tapi setelah selesai baca, bakal banyak hal yang bisa kamu renungkan dan pikirkan). Intinya, postmodern (posmo) itu mengembangkan kemampuan kreatif membuat makna baru, menggunakan logika yang tidak standart.

Jadi saat mbaca, nggak usah kebanyakan mikir dan nanya dulu, apalagi protes. Emang gitu, berkelok-kelok, seolah-olah nggak nyambung dan penuh teka-teki. Nggak ati-ati, kita bakal tersesat dalam imajinasi Murakami-san yang… WOW. Ada tokoh yang namanya Kolonel Sanders ( itu… yg punya KFC), tapi dia bukan manusia, bukan dewa, bukan budha. Tapi… konsep! Nah lu… bingung? Nikmati aja sampe akhir. Dan silahkan ambil kesimpulan sendiri.

Di samping nilai-nilai filsafat yang diungkapkan Murakami, novel ini juga cerita sedikit soal sastra Jepang dengan haiku-nya, sastra barat, mitologi yunani, musik klasik, film, dll.

Klo menurut pendapat pribadi-ku, ini masuk golongan BERAT. Bukan karena bahasanya, tapi karena  ide-idenya yang harus dicerna dulu, nggak langsung bisa dipahami. Atau… akunya aja yang lemot? Kekeke…

Hmmm… sekadar peringatan. Di novel ini, ada adegan intim-nya. Dan… vulgar banget! Klo menurutku sih nggak mesum, nggak melibatkan nafsu. Tapi itu tadi, vulgar! Yang merasa masih polos, hati-hati! Kekeke…

Quote :

Semua adalah masalah imajinasi. Tanggung jawab kita dimulai dengan kekuatan imajinasi.

Memikirkan hal-hal gila dengan serius adalah — sia-sia.

HUFFHH…

 :D

Udah ya, segitu aja. Bingung aku.

Ah-ya, sementara ini, aku lagi ilfil ama FF dan segala tetek bengeknya. Jadi, aku lagi nggak minat mbaca ataupun nulis FF. Aku lagi suka ama fiksi murni. Mbaca novel, dan… mungkin nulis cerpen. Maaf *deep-bow

NEXT NOVEL : TO KILL A MOCKINGBIRD – HARPER LEE (udah 1/3 bagian nih. KEREN!!)