Taemin’s Short Journey

Prolog

 

Author : yen

Main Cast : SHINee’s Lee Taemin, SHINee’s Kim Jonghyun

Support Cast : Kwon Sohwa, BIG BANG’s Kwon Ji Yong, SHINee’s Choi Minho.

Length : Chaptered

Rating : General – PG15

Genre : Fabel, Fantasy, Friendship

Summary : Apa jadinya jika Taemin -jantan tulen yang imut dan tampan tak terbantahkan- tersesat di tengah belantara kota yang ganas dan brutal? Apakah pertemuannya dengan Jonghyun –Frog Prince Wannabe– akan menyelamatkannya? Atau justru menjerumuskannya ke lubang tanpa dasar?

Warning : Ini FF ringan dan jauh dari kata serius (bagiku, Serius sudah bubar! BUBAR! #abaikan). Jadi, jangan protes kalau bahasanya aneh, tidak sesuai kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar, ceritanya nggak jelas ujung-pangkalnya. Nggak ada pesan moralnya, atau entah apa lainnya. Juga jangan terlalu banyak mikir. Seperti kata bang GD, “It’s simple, dont think too much!”

Note : Awalnya, FF ini dibuat dalam rangka proyek Double E di SF3SI. Tapi… karena suatu dan lain hal, aku nggak bisa ikut proyek itu. Walhasil, aku tetap menulisnya dalam kesendirian, ketidakberaturan dan tersesat dalam ketiadaan, hiks! #lebay #absurd

***

Menurut kalian, hal apa yang paling menyenangkan dan membahagiakan di dunia ini? Pacar yang cantik atau tampan? Ehm… makanan yang enak? Baju bagus yang mahal? Menjadi selebritis terkenal macam boyband dan girlband Korea Selatan? Atau, sepertiku? Menggeliat nyaman di atas kasur busa yang empuk dan terbangun di pagi hari dengan seorang gadis cantik di sebelahku.

Eitsss… jangan berpikir yang tidak-tidak, ini bukan cerita porno! Aku jantan sejati, dan gadis itu wanita tulen. Dan kami juga saling mencintai satu sama lain, tapi sekali lagi, ini kisah yang berbeda!

“Ah… Taemin, aku masih ngantuk,” rengek gadis di sebelahku saat aku manja menggesek-gesekkan anggota badanku ke betisnya yang terbuka.

Tunggu-tunggu! Apa yang kalian pikirkan? Huh? Bukankah sudah kubilang, ini bukan cerita porno?

“Taemin… jangan nakal. Argh… kau bau!” Serunya lagi. Kali ini aku menciumi, ehm, lebih tepatnya, menjilati wajahnya yang nampak menggelembung kesal. Matanya yang bulat indah memicing malas. Sisa-sisa kantuk masih terlihat jelas di kantung matanya. Semalaman tadi kami sibuk bermain, pantas saja jika ia kurang tidur.

Saat lidahku mulai bergerilya ke leher jenjangnya, Kwon Sohwa, gadis cantik yang selalu tidur bersamaku itu akhirnya membuka matanya, terkekeh geli bercampur senang. Tangan kanannya merengkuhku ke dalam dekapan dadanya yang hangat.

Oh, astaga! Baiklah! Aku tidak tahan dengan pikiran kalian! Bukankah aku sudah bilang berkali-kali, berkali-kali! Ini bukan cerita porno! Aishh….

“ARGH!! SETAN!!”

Sohwa nyaris saja menghempaskan tubuhku ke lantai jika aku tidak sigap melompat. Huh, wajar saja dia berteriak histeris seperti itu. Jantung kecilku saja nyaris meluncur ke lantai melihat tampang seram makhluk itu.

SETAN PONI MERAH!

Makhluk jadi-jadian apalah yang mengagetkan kami itu justru santai melambai-lambaikan poni panjang berlebihannya yang berwarna merah meronta. Menyeringai lebar, “Setan tampan, huh?” Lengannya yang bergambar hati imut tengah jalan-jalan itu menarik badan Sohwa. “Bangun! Kau ini gadis aneh, pagi-pagi sudah bercinta dengan kucing!” Serunya dengan intonasi galak.

Kedua tangan Sohwa masih memegangi dadanya, ber-puh panjang. “Oppa… kau keterlaluan! Poni antah berantahmu nyaris membuatku mati sebelum berkembang!”

Sosok pemuda di depan Sohwa berbalik badan, memperlihatkan badannya yang bugil, upss… maksudku topless. “Mati apanya? Teriakkanmu yang nyaris membunuhku! Aku ini, too fast to live, too young to die.” Ucapnya sembari menunjuk tulisan yang terpahat dipunggungnya.

Sohwa menggembungkan pipi, pandangannya justru tertuju pada bagian samping badan kakak lelakinya itu. Aku mengikuti arah pandangan Sohwa, berjengit ngeri. Sigap aku memutari badan Kwon Ji Yong, mendongak, menelisik setiap inci tubuh terbuka pemilik musuh bebuyutanku itu. Hei, apa itu? Ada sesuatu yang baru di sana! Forever young? Mind control?

OPPA! Kau punya tato baru? Astaga… badanmu sudah  mirip papan tulis.”

Kali ini aku 100% setuju dengan pendapat Sohwa. Badan Ji Yong memang mirip papan tulis! Tipis, putih dan penuh tulisan. Bahkan aku saja sama sekali tidak bernafsu melihatnya. Terlalu datar.

Ji Yong menatapku galak, “Apa kau lihat-lihat? Huh? Takjub melihat badan seksiku?” Menoleh pada Sohwa yang masih terperangah melihat tulisan besar-besar di pinggang kakaknya, “Kucingmu ini, aku curiga dia gay. Apa kau tidak berniat mengawinkannya dengan kucing tetangga?”

“Huh? Apa?” Sohwa seperti orang trans, menatapku dan kakaknya berganti-ganti. “Taemin, gay? Tentu saja tidak! Dia hanya pemilih. Sangat berkelas. Kucing tetangga itu, tidak se-level dengannya. Iya ‘kan, Taeminie?”

Tangan besar Ji Yong menangkapku, mengangkat tubuh mungil nan lucu milikku dan mensejajarkan mata kami. “Kau yakin? Kadang-kadang aku merasa dia ini sebenarnya naksir pada Minho.”

Sohwa tersedak, “Minho? Anjing kurapan milik Oppa itu? Wah… tidak mungkin! Impossible!”

Aku mengangguk-angguk setuju, menggoyang ekor antusias. Bagaimana mungkin aku bisa suka pada Minho? Anjing jelek yang kulitnya berlipit-lipit macam kakek-kakek pengidap kusta itu? Mahkluk dengan IQ tiarap yang selalu mengejar ekornya sendiri? Huh, dipaksapun, aku tidak sudi!

“Minho-ku itu tampan lho. Wajahnya juga sangat lelaki. Hmm… benar, aku harus menjauhkan kucingmu ini dari Minho. Jangan sampai Minho ketularan penyakit banci kucing cantikmu ini,” gumam Ji Yong sembari mengayun-ayunkan tubuhku.

WHAT?? Banci katanya?

“Ergh… miaow!” Lihat, Kwon Ji Yong-ssi? Siapa yang banci, huh?

“ARGH! Shit! Lihat, So! Dia mencakarku!” Seru Ji Yong histeris, menatap nanar mutiara naga di bahu kirinya yang kini terbelah menjadi 3 bagian.

Sohwa sigap merenggut badanku dari cengkeraman setan poni merah meronta yang kejam itu. “Taeminie, ayo kita mandi. Kita abaikan saja setan poni berbadan papan  dan anjing kulit rimpel-nya. Kau seratus kali, eh, sejuta kali lebih manis dibanding mereka,” bisiknya sembari memelukku.

Heh, mandi? Jelas bukan hal yang menyenangkan. Bagaimanapun, aku tetap seekor kucing ‘kan? Tapi… mandi bersama gadis secantik Sohwa? Siapa juga yang menolak?

Hei! Sekali lagi kalian berpikir jorok, aku akan berhenti bercerita! Bukan aku yang rugi. Kalian yang akan seumur hidup penasaran karena tidak bisa mendengar cerita petualanganku yang baru saja akan dimulai.

Sekali lagi kutegaskan, aku tidak mesum! Ini bukan cerita porno! Aku adalah Taemin, seekor kucing jantan tulen yang terlahir menggemaskan, imut dan tampan tak terbantahkan! Inilah kutukanku, semua anak gadis berspesies Homo sapiens tergila-gila pada ketampananku yang mewah! Aku tak punya pilihan selain, BANGGA!

***