Kenapa aku tiba-tiba berpikir, aku ini, lagi nulis fanfiction atau antifanfiction sih? Kalau FF “GAY” itu masih terhitung normal. Tapi… yang “Pada Suatu Ketika (Gadis Panda)” ini, kenapa jadi begini? Berasa jadi antis-nya idol group! Semakin lama, tema FF-ku semakin ‘menyimpang’ dari sebuah cerita yang dibuat seorang fan untuk idolanya.

Yah, inilah aku. Sekalipun sudah berusaha mengingatkan diri sendiri, “Don’t think too much.” Kenyataannya? Tetep aja, otak randomku terus berputar.

Tidak, sungguh tidak. Aku bukannya ingin menjelek-jelekkan boyband atau idol group apalah. Aku hanya berusaha melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda.

Aku juga tidak bermaksud menyinggung fandom apapun. Shawol, ELF, VIP atau apalah. Sama sekali tidak.

Saat aku bilang/ menulis, “Mana ada fans sejati yang mendownload illegal lagu idolanya?”, aku sungguh tidak bermaksud mengatakan, bahwa fans yang hanya bisa mendownload illegal lagu idolanya tidak bisa disebut fans.

Aku hanya sedang menuding diriku sendiri. Bagaimana mungkin aku akan dengan lantang mengatakan bahwa aku adalah seorang VIP, jika aku masih melakukan hal yang tidak disukai (kalau dianggap terlalu kasar bila menggunakan kata dibenci) oleh BIGBANG dan manajemennya? Melakukan hal yang jelas-jelas merugikan dan melanggar hak cipta mereka?

Fans adalah orang yang mencintai idolanya.

Katakan aku orang yang ribet, sok perfeksionis, atau apalah. Aku tidak akan membantahnya. Aku hanya berusaha berpikir rasional dan realistis.

Cinta bukan sekadar kata-kata, jeritan histeris atau kegalauan dalam hati. Cinta adalah tindakan, pengorbanan, memberi dan menerima.

Tindakan?

Yup. Jelas. Jika aku berani mengaku menjadi VIP, fan BIGBANG, mencintai BIGBANG. Maka konsekuensinya adalah, aku harus membuktikannya. Hal yang terasa berat buat aku.

Mencintai BIGBANG berarti mendukung mereka. Caranya? Ada yang secara langsung maupun tidak langsung.

Ayolah… bagaimanapun, BIGBANG adalah bagian dari sebuah industri hiburan, entertaiment industry. Sebuah show biz.

Faktanya, untuk menghasilkan sebuah karya yang bagus, album dan lagu yang berkualitas, MV yang keren, imej yang mentereng, mereka perlu dana, UANG. Untuk hidup enak, fasilitas lengkap, perhatian dan perlakuan manis dari agensi, mereka perlu bargaining position yang tinggi di mata agensi. Satu-satunya cara, selain bersikap humble dan nurut adalah… memberi pemasukan yang besar pada agensi.

Dari mana uang itu?

Tak lain tak bukan, dari para fans-nya, VIP.

Secara langsung, tentu dengan membeli lagu atau album mereka secara legal. Membeli tiket konser, official marchandise dan hal-hal lain yang secara langsung memberikan mereka keuntungan. Secara tidak langsung, antara lain menonton variety show, talk show, drama, film yang mereka bintangi. Dengan catatan, harus di media yang resmi dan langsung! Kenapa? Karena hanya di media yang resmi itulah rating penonton dihitung! Apa hubungannya dengan rating? Tentu saja ada. Semakin tinggi rating acara mereka, semakin besar kemungkinan mereka diundang kembali. Itu berarti, semakin banyak juga pemasukan mereka. Mereka tampil di suatu acara bukannya cuma-cuma ‘kan? Semakin tinggi rating, bargaining position mereka juga semakin bagus. Pendapatan meningkat!

Satu lagi dukungan secara tidak langsung, yakni membeli produk-produk yang mereka iklankan. Kenapa? Jika produk yang mereka iklankan laku keras, kedepannya, mereka akan mendapat perpanjangan kontrak dengan produk yang sama. Tentu dengan nilai kontrak yang lebih besar. Atau, mereka dapet tawaran kontrak yang lebih besar dari produk lain.

Nah, dari fakta-fakta di atas. Jika aku hanya menjadi seorang VIP yang mendownload ilegal, membuat FF tak jelas, menonton/ mendownload drama, film, variety show, konser mereka di media -media ilegal, lalu apa konstribusi-ku untuk BIGBANG? NOTHING!!

Aku hanya akan menjadi VIP jadi-jadian. Hanya mengaku mencintai tanpa melakukan apapun. Aku tak lebih dari seorang oportunis! Menikmati karya-karya BIGBANG tanpa memberi timbal balik pada mereka!

AKU BUKAN VIP! Lebih tepatnya, aku merasa tidak pantas menyebut diriku sebagai seorang VIP.

Untuk bagian yang menyatakan bahwa kehidupan idol tidaklah se-sempurna yang aku lihat di layar kaca, jujur… aku sedang riset tentang itu. Ada rencana untuk bikin oneshot dengan tema ini.

Ini hanyalah salah satu dari opini kacau-ku, my random opinion. Tapi, jika ternyata ada yang tidak sengaja ataupun sengaja membacanya, merasa tidak sreg, tersinggung atau apalah, jangan sungkan-sungkan untuk memberitahu, mengingatkanku. Aku akan sangat menghargainya.

Terima kasih.

🙂