Absurd #1 – Kris, You Know Who and ALIVE Concert

Created by YEN

SCENE 1. INT. KAMAR TIDUR (NIGHT)

Cast : Venus, Ji Yong

Venus sedang tidur-tiduran sembari menatap layar notebooknya saat Ji Yong memasuki kamar.

VENUS

(Pandangan mata tertuju pada notebook)

KYAA!!

JI YONG

(Menutup telinga)

Apa sih, Ve? Teriak-teriak nggak jelas gitu.

(Mengintip layar notebook)

(Pause)

JI YONG (CONT’D)

(Sinis)

Ngeliatin video siapa lo? Masih cakepan gue kemana-mana.

VENUS

(menoleh ke arah Ji Yong)

Lo nggak kenal dia, Ji? Ini tu si Kris. Ampritt! Mirip banget ama Ryu, ternyata!

(kembali menatap layar notebook)

JI YONG

(duduk di tepi tempat tidur)

Siapa? Kris? Ryu?

VENUS

(tanpa menoleh)

Ryu? Pacarnya si Ara. Eh, maksud gue, tokoh rekaan yang ada di tulisan gue jaman jadul kala itu lho.

(menunjuk layar notebook)

VENUS (CONT’D)

Pas banget ‘kan ama Kris ini? Rambut semi gondrong awut-awutan kayak abis kena puting beliung. Wajah tegas tapi teduh menenangkan. Jarang senyum. Tapi kalo senyum manis banget. Suaranya dalem. Jangkung. Bahunya lebar. Punggungnya seksi.

(menyeringai)

JI YONG

(tersedak)

SEKSI?!

VENUS

(mendelik)

Santai aja napa? Gue nggak budek kali…

JI YONG

(memberengut)

(berjalan menuju balkon)

VENUS

(menatap punggung Ji Yong beberapa saat)

(menghela nafas panjang)

Kenapa? Lagi ada masalah?

JI YONG

(tanpa menoleh)

Lo, masalah buat gue!

VENUS

(mengedipkan mata berkali-kali)

(beranjak menyusul Ji Yong)

Gue kenapa, Ji?

(berdiri di sebelah Ji Yong)

VENUS (CONT’D)

Gue ada salah ya? Maaf….

(menyeringai)

JI YONG

(menatap tajam pada Venus)

Sejak kapan lo manggil gue nggak pake ‘Abang’?

(mengalihkan pandangan ke langit)

JI YONG (CONT’D)

(tanpa menoleh)

Siapa Kris?

VENUS

(terkekeh geli)

JI YONG

(menatap Venus dengan sorot dingin)

VENUS

(menelan ludah gugup)

Sorry….

(bergumam)

Kris itu… member EXO-M. Rookie. Calon pemeran di FF gue. Bisa dikatakan, lawan main lo nanti.

(menghela nafas)

Jangan bilang lo cemburu cuman gara-gara hal sepele kayak gini.

(pause)

JI YONG

(menoleh pada Venus)

Itulah kenapa gue nggak suka pacaran sama fans.

VENUS

Oh… asal lo tau aja, gue bukan fans lo!

(memberengut)

(bergumam)

Dan sejak kapan kita pacaran? Huh?

JI YONG

Whatever! Kelakuan lo kayak fans! Ada yang baru, yang lebih cakep, idola lama lo tinggalin begitu aja.

(menghela nafas)

Bilang cinta ama siapa, pacaran ama siapa. Nggak konsisten. Klo ngeliat idolanya aja jerit-jerit histeris, tapi besok-besok nikahnya ama orang lain. Sekarang muji-muji, besok-besok, waktu gue kena skandal apalah, balik mencaci maki. Hari ini nyemangatin, besok-besok protes karena gue berubah sedikit.

(pause)

JI YONG (CONT’D)

Padahal, Ve. Gue berubah karena gue pengen lebih maju. Nggak selamanya gue harus tampil unyu-unyu ‘kan? Grow up!

VENUS

(terbengong)

Sejak kapan lo unyu-unyu?

(pause)

VENUS (CONT’D)

Sebentar… sebentar….

(pause)

VENUS (CONT’D)

Lo lagi ngomongin siapa? Diri lo? Ato temen lo?

JI YONG

(menyeringai)

Idol group secara umum. Terutama sih yang dulunya unyu-unyu dan saat mau lebih ‘dewasa’ justru diprotes ama fans-nya sendiri. Kasian ya, masak selamanya dia harus bertindak konyol macam gitu? Lucu sih. Tapi klo terus-terusan, apa nggak jadi ‘lucu’ banget?

VENUS

(menggelengkan kepala dengan pelan)

Gue nggak nangkep apa yang lo omongin, Ji.

JI YONG

(berteriak)

Intinya, gue nggak terima lo ninggalin gue demi apapun! Termasuk makhluk berjudul Kris itu! Jangan berani-beraninya lo ninggalin gue kayak lo ninggalin….

(menghela nafas)

(pause)

JI YONG (CONT’D)

You know who….

VENUS

(terbelalak)

Astaga! Siapa juga yang mau ninggalin elo? Lo nggak percaya ama gue? Gue bukan tipe cewek yang berpaling ke cowok lain cuma gara-gara dia lebih cakep dari elo! Selama lo bisa menjaga keistimewaan dan keunikan elo, gue bakal setia! Berapa kali gue harus bilang, gue lebih suka cowok keren dari pada cowok cakep! Dan elo, dengan semua yang lo punya, menurut gue, keren banget!

(menggerutu)

Aishh… kenapa seolah-olah gue lagi ngeyakinin pacar sih?

JI YONG

Karena lo emang pacar gue!

(memberengut)

(pause)

VENUS

(bengong dengan sorot mata kosong)

Euh? Sejak kapan?

JI YONG

(menghela nafas panjang)

Sejak lo dilahirin di dunia ini.

(pause)

JI YONG (CONT’D)

Bukan. Sejak gue lahir di dunia ini, lo udah dipersiapkan untuk lahir juga, sebagai pacar gue.

(menyeringai)

VENUS

(berteriak)

Najis!! Emang ada yang kayak gitu?

JI YONG

Ada.

(tersenyum jahil)

(pause)

VENUS

Tapi, Ji….

(pause)

VENUS (CON’D)

(menatap kosong ke arah Ji Yong)

Lo tahu kalau ditinggalin fans itu dah resiko semua idol. Selalu ada yang baru, dan terkadang itu berarti ada yang ditinggalkan. Bukannya elo sendiri yang bilang, di lagu lo yang A Boy itu. Saat ini disanjung, bisa jadi besok berakhir di bawah sepatu.

JI YONG

(menghela nafas)

Iya, gue tahu, sangat tahu. Tapi bukan berarti gue bisa menerimanya dengan mudah. Itu… menyakitkan.

(pause)

JI YONG (CONT’D)

(menghampiri Venus. Memeluknya dari belakang)

VENUS

(terbelalak kaget)

Apaan sih, Ji? Lepas! Risih, tau!

JI YONG

(mempererat pelukan)

Panggil gue ‘Abang’, baru gue lepasin.

VENUS

(memberengut)

Males!

(pause)

JI YONG

(meletakkan dagu di bahu kiri Venus)

(berbisik)

Kenapa?

VENUS

Males ya males. Males kok kenapa.

(berusaha melepaskan pelukan Ji Yong)

JI YONG

Diem, ah. Jangan gerak mulu. Ntar gue cium lho!

(menyeringai)

VENUS

(mendengus kesal)

Lo salah makan obat ya, Ji? Aneh banget kelakuan lo.

JI YONG

(terkekeh kecil)

Biar deh aneh, yang penting enak.

VENUS

(berteriak)

Ji! Lepas! Gue tendang nih!

(memberontak)

JI YONG

(berbisik)

Panggil ‘abang’ dulu.

VENUS

(mengeluh)

Udah puluhan cewek manggil lo pake ‘abang’. Bang Ji Yong, Bang Naga, Bang GD. Gue males jadinya.

JI YONG

(menghela nafas panjang)

Then, just call me ‘oppa’… or ‘chagi’, hmm?

VENUS

(berteriak)

Males!!

JI YONG

Males mulu sih? Nggak ada alesan yang lebih bagus? Huh?

(mengacak rambut Venus dengan tangan kanan)

JI YONG (CONT’D)

Jangan bilang, lo juga males nonton konser ALIVE gue.

VENUS

(menyeringai)

Iya. Itu juga males.

(terkekeh kecil)

JI YONG

(berteriak kesal)

VENUS!!

VENUS

(berteriak)

ARGH! Jangan teriak di telinga gue dong! Berdenging nih!

JI YONG

(tertawa pelan)

(meniup-niup telinga Venus)

VENUS

Geli tau!

JI YONG

(melepas pelukan)

Lo mesti kebanyakan mikir waktu mo beli tiket konser gue. Huh?

(menatap lekat Venus)

VENUS

(salah tingkah)

Bukan kebanyakan mikir. Tapi ‘kan emang harus dipertimbangkan. Oke, tiketnya emang nggak mahal-mahal amat. Tapi buat transportnya? Biaya nginep? Gue males banget klo harus ‘menderita’ gara-gara milih kendaraan yang murah cuma buat berangkat nonton konser. Di total-total, duit segitu… banyak yang bisa dilakuin, Ji. Bisa buat hidup beberapa bulan. Buat bayar kos-kosan juga beberapa bulan. Buat ikut semester pendek. Buat-

JI YONG

(memotong perkataan Venus)

Elo dah selesai kuliah, ngapain ikut SP segala? Lagian, sejak kapan ada sejarahnya Venus ikut SP?

VENUS

(memberengut)

Intinya, gue ngerasa zalim klo buang-buang duit cuma buat nontonin elo doang. Lagian, manfaat apa yang bakal gue dapet dari nonton konser lo? Euforia sesaat? Kepuasan absurd? Kebahagiaan karena bisa ngeliat muka lo secara langsung? Astaga! Ngeliat tampang lo di MV aja, udah cukup buat bikin gue eneg.

(tertawa lepas)

JI YONG

(menjitak kepala Venus)

Pacar durhaka!

VENUS

(menyeringai)

Pacar khayalan ini. Durhaka juga nggak papa.

JI YONG

(tersenyum)

Jadi, akhirnya lo ngakuin klo kita emang pacaran?

VENUS

(berteriak)

Absolutely! In your dream!

Camera CU : Ji Yong

JI YONG

(tersenyum)

Anything for you, my unchanged Venus.

VENUS POV : Ji Yong tersenyum lembut

VENUS (V.O)

Sekalipun ini hanya terjadi dalam mimpi, atau bahkan dalam khayalanku saja. Selama apa yang kaukatakan ada maknanya, ada manfaat yang bisa kuambil darinya, aku tidak keberatan, Ji.

CAMERA TURN TO : bintang di langit malam.

FREEZE