Akhirnya aku beli juga buku ini. Well, aku bukan Shawol. Dulu, pernah jadi Shawol jadi-jadian. Sekarang? Bukan, sama sekali bukan Shawol.


Langsung aja, buku yang ditulis oleh K, Taemin, Key dan Onew ini berkisah tentang ‘liburan’ mereka selama di Barcelona, Spanyol.

Berisi informasi dasar tentang tempat-tempat wisata di kota Barcelona, peta jalan dan tentunya yang paling ‘penting’ dan utama, foto-foto SHINee saat liburan.

Bagian dalam buku ini ditulis secara bergantian oleh keempatnya. Misal, Taemin’s MAR yang ditulis Taemin, menceritakan saat mereka menikmati pantai. Selain bagian ini, Taemin juga nulis bagian jalan-jalan di Camp Nou, markas FC Barcelona alias Barca.

Key kebagian yang berbau-bau seni, yaitu grafiti dan Picasso. Onew… bagian gaya hidup deh kayaknya, tentang masakan khas dan kebiasaan warga Barcelona tidur siang, tradisi ini disebut SIESTA.

Langsung tanggapanku aja deh.

Buku ini emang ditujukan untuk para Shawol. Yeah, kurasa, selain Shawol, akan mikir berkali-kali klo mo beli buku ini. Untuk sebuah panduan travelling, buku ini terlalu mewah dan mahal. Dengan kualitas cetakan yang segini bagusnya, buku ini terlalu mewah. Untuk informasinya yang kurang detail, hanya sekadar info dasar dan kebanyakan ‘hanya’ berupa link ke website tertentu, buku ini terlalu mahal. Belum lagi penjelasan suatu tempat yang nggak runtut dan terkadang bolak-balik di ulang, bikin bingung. Misal cerita tentang Rambas, di awal udah dibahas Taemin, di belakang di bahas lagi ama Key. Objek yang dibahas emang beda, tapi klo bolak-balik gini, agak bingungin buat panduan travelingnya. Masak aku ke Rambas buat ngeliat orang-orang maen skateboard, trus lanjut jalan kemana, dan harus balik lagi ke Rambas buat liat grafiti? Agak ribet aja.

Tapi, untuk para Shawol, buku ini nggak akan mengecewakan. Kualitas cetakan dan kertas yang mewah ini bisa memperlihatkan kekinclongan Taemin, Key dan Onew. Kuakui, forografer-nya keren! Ada bagian close-up wajah Key yang bikin aku mikir, “Berapa banyak ya, duit yang diinvestasikan SM buat kulit Key? Berapa banyak produk perawatan kulit yang dia pake?” Hahaha….

Selain puas ngeliatin tampang ‘unyu-unyu’ mereka, aku juga seperti bisa melihat sisi lain anggota SHINee ini. Entah aku yang memang nggak kenal mereka, ato gimana, aku nangkep sesuatu yang baru dari tulisan mereka.

Taemin

Dalam pandanganku, dia ini semacam, masa kecil belum tercukupi. Maksudku, dia emang udah trainee sejak masih kecil ‘kan? Jadi, banyak hal yang dia lewati. Itulah, aku ngerasa, Taemin ini, berusaha memenuhi keinginan masa kecilnya di setiap kesempatan yang ada. Sekalipun ini adalah kerja yang terselubung kata ‘liburan’, Taemin tetep bisa menikmatinya dengan cukup baik. Main-main, bersenang-senang, nyoba skateboard, bahkan nyoba minuman beralkohol (mumpung nggak melangar hukum).

Key

Nah… dari dulu, aku selalu merasa klo Key yang di-imej-kan selama ini tu nggak sama persis ama Key yang sebenernya. Key yang kutangkap dari tulisannya di buku ini adalah Key yang pemikir, analis, observer. Bukan Key yang cerewet dan banyak omong. Menurutku, dia ini tipe orang yang ramai dalam kesepian. Kelihatannya diem, tapi otaknya muter terus. Melihat hal-hal kecil (yang mungkin sama orang nggak diperhatiin) dia bisa mikir banyak. Mikir tentang orang-orang, kehidupan dan semacam itulah.

Well, aku pernah bilang (entah kapan dan di mana, lupa) klo Key ama Ji Yong itu… auranya mirip. Entah deh, aku juga nggak tau kenapa aku mikir gitu. Tapi kayaknya, mereka ini sama-sama pemikir. Entahlah.

Onew

Entah kenapa, bagian Onew terasa paling ‘miris’. Dia selalu nyinggung-nyinggung soal kerjaan dan betapa nyamannya bisa jalan-jalan tanpa ‘dikenali’. Onew ini, kelihatan banget klo dia ‘kesepian’. Jelas-jelas dia jalan bareng Taemin dan Key, tapi Onew semacam kurang menikmatinya. Dia justru mikir, pengen ngajak seseorang yang istimewa, dekat dan bisa memahami dia. Temen yang bisa diajak ngobrol. Kesepian dalam keramaian, itulah Onew.

Seolah selama ini, nggak ada orang yang bisa dia anggep bener-bener temen yang bisa diajak ngobrol dari hati ke hati. Seolah Onew merasa klo orang di sekitar dia itu ya hubungan profesional semata, bukan bener-bener temen. Kenapa aku jadi mikir, itulah alasan dia bilang, klo mo jadi temennya, paling enggak udah harus kenal sejak SMP? Huh? Bukannya itu berarti… sejak sebelum dia jadi idol ‘kan?

Ah udahlah, aku nggak mau sok tau dan nge-judge mereka hanya dengan mbaca tulisan mereka yang dikit ini. Lagian, belum tentu juga persepsi-ku bener. Siapa tau ini cuma sotoy-nya aku aja, hehehe….

Intinya, untuk panduan traveling, buku ini kurang informatif. Untuk Shawol, recommended deh.

Note : Maaf buat kualitas gambar-nya. Sinyal lagi nggak bagus. Berat banget klo mo upload file gede-nya. So… seadanya aja, hasil resize. Silakan beli bukunya. Soal mahal ato enggaknya, relatif kok.