akhir-akhir ini, aku gampang banget kepancing untuk berdebat. membicarakan segala hal dengan sok serius, sok ilmiah. seolah perkara itu penting banget, banget. macam dunia bakal gonjang-ganjing karena masalah itu.
apa sih? sebenernya sepele. perkara-perkara yang bahkan dibiarkan pun sama sekali nggak apa-apa.
semacam: bigbang tu klo konser pake autotune gak? live apa lipsync? Aku ngomongin BIGBANG ya! Catet! Bukan boyband laen. Ekspetasi-ku ama bigbang itu tinggi-tinggi sekali. Susah payah aku belain di depan orang-orang yang memandang sebelah mata ama boyband, awas aja klo bigbang ternyata nggak bagus beneran!
to the beautiful you itu adaptasi dari dorama apa manga? apa kelebihan dan kekurangan hanakimi & to the beautiful you? Kenapa ada orang yang dengan sotoynya bilang, “berapa lama ya coordi noona nyemprotin hairspray ke rambut pemain hanakimi? Kok bisa kaku lurus gitu rambutnya?”
Halooo… nggak pernah belajar geografi ya? Orang jepang itu rambutnya emang kajur dari sononya. Sama dgn orang indonesia yang kulitnya warna sawo busuk! Udah takdir! (no mention, plus males debat ama orang yang ‘tidak tahu di tidak tahunya’).
Ada lagi, kenapa kamera indonesia kejam banget, sampe-sampe para idol yang luar biasa cakep tetiba nampak luar biasa… biasa banget? Ato… emang mereka sebenernya biasa aja?
Kenapa orang-orang yang ngaku kpopers itu suka banget njelek-jelekin bb & gb lokal? Salah apa mereka? Plagiat ya? Di sepanjang jalan banyak yang plagiat ramen ama sushi, kok gak ada yang ribut? (eh, beda kasus ya? ;p)
Trus, kenapa ada fanwar segala? Sesama fans DOANG aja kok ribut. Emang klo si A suka mi ayam, si B suka ramen, mereka harus bertengkar gitu? Abang2 yang jualan mi aja kalem kok, yang beli pake adu urat. (upss, beda kasus lagi ya?)

why so serious? kenapa aku jadi merasa perlu membicarakan semua itu? apa pentingnya? apa manfaatnya? biarlah itu jadi urusan para pihak terkait. aku sebagai orang luar tinggal mengamati ato memikirkan (aku nggak bisa mengendalikan pikiran yang tiba-tiba melintas). cukup. nggak perlu diomongin kan? apalagi diperdebatkan di ruang publik.
mungkin ada yang berpendapat kalau blog pribadi, akun facebook, akun twitter adalah area pribadi. yap, nggak salah, tapi menurutku nggak sepenuhnya benar. media-media yang aku sebutin tadi masih bisa diakses oleh publik.
udahlah.
intinya sih, kenapa aku suka memperdebatkan sesuatu yang nggak berarti? tentu saja, apa yang menurut aku nggak penting, bisa jadi sangat penting buat orang lain. dan sebaliknya.

why so serious?

note: posting pertama dari ponsel. percobaan. gimana ya penampakannya?🙂