This should be a story about me and him. Whether he should tell the story about me, or me about him.When did it all start? How did it end?

timeraiders1

Awalnya nonton ini karena iseng-iseng penasaran. Yah, apalagi kalau bukan Luhan. Adegan awal kurang sreg, klo bahasa jawanya “wagu”. Bukan karena Luhan didandanin tua, tapi cara dia nyuruh mbuka korden itu… kirain ada apaan, gitu doang toh?

Tapi makin lama makin kerasa asyiknya. Bukan, bukan Luhannya yang bikin asyik, tapi filmnya secara keseluruhan. Aku bukan pengamat film yang ngerti segala apalah soal sinematografi, jadi aku nggak akan ngebahas apa yang aku nggak paham.

Yang aku suka dari film ini adalah ide ceritanya, alurnya, detail gambarnya (aku paling suka ama detail roda gigi di kunci yang dibawa-bawa Luhan), selipan adegan-adegan absurd (ini spesifikasi Luhan di film ini) ditengah suasana tegang. Oiya, aku juga suka banget adegan boneka kayu-nya, creepy…. Ah, hampir lupa, aku juga suka ama Zhang Qiling-nya, huehehehe…. Selalu senyum-senyum sendiri ama chemistry antara Zhang Qiling (Jing Boran) ama Wu Xie (Luhan).

Trus, aku juga suka ama kata-kata mutiara(?) yang nyelip disana-sini. Misal:

“There are two kinds of people who love looking at mirrors. The first are one that don’t know themselves. The other are those that know themselves very well. Which one are you?” (Wu Xie to Zhang Qiling – Time Raiders).

“Memories aren’t everything. Daring to imagine is what everything is all about.” (Zhang Qiling to Wu Xie) – Time Raiders).

Intinya, aku ngerasa film ini worth it banget untuk ditonton di bioskop lengkap dengan layar lebar dan sound efeknya yang menggelegar. FYI, aku cuma nonton di kissasian dengan resolusi 360p, hiks. Ini film masih tayang di bioskop indonesia nggak sih?

Yang paling aku senengin dari film ini adalah ide besarnya, yang terangkum dalam 2 kalimat terakhir Wu Xie, “When did it all start? How did it end?”

Nggak ada yang jelas dalam film ini. Siapa Zhang Qiling, siapa Wu Xie? Apa misi Zhang sebenernya? Apa dia berhasil mencapai tujuannya? Semuanya terserah interpretasi penonton aja. Semua orang bisa jadi punya pendapat yang berbeda. Adegan terakhir film ini bisa jadi menjawab semua pertanyaan, menjadi akhir cerita. Tapi bisa juga justru menjadi sumber pertanyaan, menjadi awal semua cerita.

timeraiders3

timeraiders2

Ok. Cukup sekian curhat saya. Bukan, ini bukan resensi atau review. Sejak kapan aku nulis resensi?